oleh

PHDI Gelar Silahturahmi, Bupati Konsel: Semoga Dapat Satukan Perbedaan

MOWILA – Majelis organisasi umat Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Perayaan Dharma Shanti (Silahturahmi) Tingkat Kabupaten.

Hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan untuk memanjatkan Do’a agar diberikan kesehatan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan aktifitas sehari-hari bagi seluruh lapisan masyarakat Konsel khususnya Umat Hindu.

Juga sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Tahun 2018.

Dalam sambutannya, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga menyampaikan, perayaan Nyepi tahun ini sangat istimewa bagi umat Hindu, dikarenakan bertepatan dengan hari suci Saraswati yang lebih banyak melakukan kotemplasi diri, mulat sarira, mengasah budhi sebagai upaya pembersihan diri dan alam semesta.

Di mana, hari suci saraswati umat Hindu diajak menyadari pentingnya pendidikan untuk mencapai kemuliaan hidup atau Vidya Dhanam, Sarwadhana Pradanham bahwa pengetahuan adalah kekayaan tertinggi.

Tantangan global mengharuskan umat Hindu untuk semakin cerdas, kreatif, inovatif dalam merespon perubahan, utamanya pada anak-anak kita dan generasi muda yang akan menentukan masa depan kita,” ujar Surunuddin dalam pelaksanaan kegiatan di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila, Minggu (8/4/2018).

Surunuddin menjelaskan, selalu menjaga hubungan harmonis antar sesama maupun dengan alam lingkungan sekitar, serta selalu memegang teguh ajaran Wasudewa Kutumbhakam yang menekankan arti penting persaudaraan sejati.

“Selamat perayaan Dharma Shanti dan Hari Suci Nyepi, semoga kegiatan ini mampu menyatukan kita dengan perbedaan,” paparnya.

BACA JUGA: Ini 10 Syarat yang Harus Dilakukan Perusda Konsel

Menurut Sesepuh Umat Hindu Konsel Dr Ir I Ketut Puspa Adnyana, M Tp yang juga Asisten III Pemprov Sultra menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk saling memaafkan setelah melakukan nyepi atau meditasi untuk pengendalian diri dan perenungan terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini.

“Sesuai ajaran Hindu Bupati atau pimpinan daerah adalah Guru dan sebagai masyarakat harus menghormati dan mendukung setiap program kerjanya hingga usai masa jabatannya,” terangnya.

Sementara Ketua PHDI Konsel, I Gusti Adisuwantara mengatakan, penyelenggara kegiatan dilaksanakan atas dasar program kerja PHDI Konsel setiap dua tahun sekali usai melaksanakan Melasti.

“Ini menandakan bahwa kegiatan keagamaan dan keberadaan umat Hindu merupakan komunitas yang tidak bisa terpisahkan dari Konsel yang turut membantu memajukan pembangunan dan ikut mensukseskan program kerja Pemda,” jelasnya.

Reporter: Erlin
Editor: Kardin

Terkini