oleh

Panen Raya Perdana, Bupati Konsel Imbau Agar Tingkatkan Produksi Jagung Hingga 200 Persen

RANOMEETO – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan panen raya perdana Jagung Hibrida pada lahan seluas 130 Hektar (Ha) bertempat di Desa Sindang Kasih Kecamatan Ranomeeto Barat, pada Jumat (29/12).

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dalam sambutannya mengatakan, kegiatan penting tersebut sejalan dengan program Pemda Konsel untuk membangun sektor pertanian berkelanjutan terhadap generasi mendatang, dengan konsep dasar model pertanian terpadu yang mengintegrasikan antara tanaman dan ternak.

“Acara panen ini saya anggap kegiatan yang penting, karena jagung merupakan komoditas yang sangat familiar bagi petani kita, yang juga lagi di galakkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang mempunyai cita-cita menciptakan Swasembada Padi, jagung dan kedelai,” ujar Surunuddin mengawali sambutannya dalam kegiatan tersebut.

Surunuddin juga menambahkan, bahwa yang dimaksud model Pertanian Terpadu adalah sistem yang mengelola dan memanfaatkan secara optimal semua sumber daya hayati termasuk biomassa dan atau limbah organik pertanian bagi kesejahteraan masyarakat dalam satu wilayah yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak dengan prinsip peningkatan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian.

“Seperti limbah hasil panen jagung yang bisa dimanfaatkan oleh petani, daunnya bisa jadi pakan ternak, batang dan limbah lainnya bisa jadi pupuk organik berkualitas tinggi yang merupakan sumber ekonomi baru, dan kondisi ini sejalan dengan pengembangbiakan sapi yang juga menjadi prioritas komoditas unggulan Pemda Konsel,” ucapnya.

Foto bersama usai panen raya perdana jagung hibrida. (Foto: Erlin)

Lanjutnya, potensi pengembangan jagung di Konsel masih sangat luas, dimana jumlah lahan kering seluas 25.525 Ha dan luas Sawah tadah hujan 6.207 Ha, jika kedua lahan ini digarap dengan baik, maka untuk menjadi daerah penghasil jagung terbesar secara Nasional dapat tercapai, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani kita sehingga slogan kita Desa Maju Konsel Hebat terjawab.

“Program pengembangan jagung di Konsel tahun 2017 sebesar 10.961.75 Ha dengan produktivitas 4-5 Ton/Ha, sehingga total produksi jagung 49.328 Ton apabila dikonversikan dengan harga standart Bulog Rp 3.150/Kilogram pipilan kering, maka pendapatan yang akan dicapai Rp 155.382.800 di tahun 2017 akan diperoleh dari jagung hibrida, dan masih ada limbah jagung yang bisa dimanfaatkan jadi pupuk untuk musim tanam berkutnya,” urainya.

Ia juga mengimbau kepada stakeholder lingkup Dinas Pertanian dan Peternakan agar segera melakukan langkah konkrit, yang dapat meningkatkan produksi jagung hingga 200 persen agar sesuai dengan target yakni menjadi kawasan jagung nasional melalui dukungan Kementerian Pertanian melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) termasuk juga dukungan dari pihak Provinsi Sultra.

“Dinas Pertanian dan Peternakan harus mempersiapkan secara mantap perencanaan pengembangan jagung dan ternak secara detail setiap kecamatan secara terpadu, distribusi benih secara tepat kebutuhan pupuk terpenuhi, mantapkan sarana tanah yang di olah agar tercukupi dan peralatan pertaniannya, serta mantapkan peran kelompok tani, penyuluh pertanian dan peneliti dalam mengawal setiap inovasi kelembagaan maupun teknologinya,” pungkasnya.

Reporter: Erlin
Editor: Kardin

Terkini