oleh

Kunjungan BBVet, Bahas Peningkatan Populasi Sapi dengan Bupati Konsel

ANDOOLO – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga,  didampingi Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Syamsul, menerima kunjungan Kepala Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wilayah VII Maros, bertempat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, pada Jumat (23/3/2018).

Kunjungan BBVet Maros merupakan tindak lanjut atas tugas yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebagai penanggung jawab Program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) Wilayah Sultra untuk periode Tahun 2018 yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu.

Khususnya pemeriksaan dan penanganan Gangguan Reproduksi (Gangrep) ternak sapi terutama di wilayah Konsel bekerjasama dengan Pemda melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Konsel.

“Kedatangan Kami untuk membantu meningkatkan populasi Sapi wilayah timur indonesia atas perintah Mentan, Amran Sulaiman termasuk wilayah Konsel dengan cara melakukan karantina hewan mulai dari pengembangan metode penyidikan hingga pengujian Veteriner,” ujarnya.

“Kunjungan itu juga bertujuan untuk menunjang pengembangan peternakan yang berbasis Agribisnis sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan nasional,” ucap Kepala Lab BBvet Maros, Wahyuni saat bertemu dengan Bupati Konsel, (23/3).

“Sekaligus melakukan pelatihan kepada para dokter hewan yang ada di Sultra, khususnya Konsel agar mereka bisa mendapatkan ilmu dan lebih terlatih dalam penanganan penyakit, utamanya bidang Gangrep, tentunya dibutuhkan kerjasama dan bantuan penuh dari Pemda agar berjalan sukses dan lancar,” tambahnya.

Dalam dialognya bersama rombongan BBVet, Bupati Konsel Surunuddin menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim BBVet Maros bersama pakar kehewanan Universitas Airlagga (Unair).

Bantuan tersebut, membantu Pemda melakukan pemeriksaan dan penanganan ternak sapi yang berdampak akan meningkatnya populasi tersebut, sejalan juga dengan upaya Pemda Konsel dalam mensukseskan program Siwab tersebut.

“Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk menambah jumlah ternak sapi dan memperluas padang pengembalaan dengan menanam rumput untuk pakan sapi tersebut, selain itu juga saya mengeluarkan Perbup tentang pelarangan pemotongan sapi produktif/Betina,”tuturnya.

“Kegiatan tersebur juga meomen mengajak pihak Perbankan untuk berinvestasi di bidang peternakan dengan memberikan pinjaman dana kepada para peternak dengan jaminan dari pihak Asuransi,” tutur Surunuddin.

Sedangkan menurut Kadis DPKH, Syamsul, kegiatan peningkatan populasi peternakan sapi Konsel melalui pemeriksaan dan penanganan Gangrep yang dimediasi oleh kementan RI melalui BBVet Maros telah dimulai sejak tanggal 21-23 Maret 2018 bertempat di Kecamatan Moramo, Konda, Ranomeeto Barat dan Buke dengan jumlah populasi 450 ekor Sapi.

“Yang mana Tahun 2017 kegiatan serupa dilaksanakan di bawah tanggung jawab oleh BBVet Singosari – Malang, dan adapun total populasi ternak sapi di Konsel hingga kini berjumlah 67.380 ekor yang tersebar di seluruh kecamatan se-Konsel dan akan terus ditingkatkan,” paparnya.

Reporter: Erlin
Editor: Kardin

Terkini