oleh

KPU Konsel Kecam Oknum Kades yang Aniaya Ketua PPS Waworano

Reporter : Erlin

ANDOOLO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) kecam soal penganiayaan ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Waworano kecamatan Kolono.

Ketua KPU Konsel, Aliudin mengatakan dengan adanya berita yang beredar digroup WhatsApp badan adhock tentang penganiayaan seorang ketua PPS desa Waworano pihaknya akan mengambil langkah- langkah untuk mengecek kebenaran berita tersebut.

Ia mengaku pihaknya melakukan konfirmasi pada PPK Kolono atas kebenaran berita yang beredar dan memastikan kejadiannya serta mendatangi PPS waworano dan meminta keterangan yang di tuangkan dalam berita acara klarifikasi

“Setelah kami turun langsung kelapangan, mengecek hal itu, bahwa benar sebuah peristiwa penganiayaan terjadi yang di lakukan oleh salah satu oknum kepala desa,” ungkap Aliudin saat dikonfirmasi, Sabtu 24 Oktober 2020.

Selanjutnya, beber Aliudin, pihaknya akan mendatangi Polsek Kolono untuk memastikan proses pemeriksaan korban yang sementara berjalan.

Aliudin menerangkan KPU Konsel sangat prihatin kepada korban yang telah mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.

“Kami sangat sayangkan peristiwa ini di lakukan oleh oknum kepala desa yg seharusnya menjadi pelindung warga, malah menciptakan ketakutan dan membuat kekacauan terlebih korban adalah seorang perempuan,” kesalnya.

Ia menilai apapun alasannya tindakan Kades itu sudah masuk kategori intimidasi kemandirian penyelenggara karena menurut pengakuan korban bahwa penyebabnya adalah karena anak Kades tidak diterima sebagai KPPS.

“Atas peristiwa tersebut atas nama lembaga komisi pemilihan umum kabupaten Konawe Selatan mengecam keras tindakan oknum kepala desa tersebut,” tegasnya.

Aliudin berharap agar Aparat Penegak Hukum dapat memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan

“Kami Berharap seluruh Badan adhoch se-kabupaten Konsel agar tdak terpengaruh terhadap intervensi Yang lakukuan oleh oknum-oknum tertentu dalam mnjalankan tahapan tetap menjaga integritas, kenetralan dan kemndirian,” pintanya.

Terkini