oleh

Ini 10 Syarat yang Harus Dilakukan Perusda Konsel

RANOMEETO – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga, pimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Umum Daerah (Perusda) tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Hasil Kinerja Tahun Buku 2017 sekaligus penyampaian rencana program kerja Tahun 2018, bertempat di Hotel Wonua Monapa, Sabtu kemarin (7/4/2018).

Surunuddin menyampaikan, Keputusan akhir hasil RUPS yakni secara umum menerima laporan keuangan dan pertanggung jawaban direksi, namum dengan syarat.

Pertama katanya, piutang yang tidak tertagih tetap dilakukan penagihan dengan berkoordinasi dengan TPTGR. Kedua, penyempurnaan pedoman pelaksanaan anggaran Perusda dan peningkatan SOP para pegawai serta meningkatkan SDMnya melalui pelatihan dan training.

Ketiga, aset tetap dan persediaan yang hilang dan rusak dilakukan penghapusan buku sesuai mekanisme. Sementara Keempat, Perusda menyetor Deviden ke Pemda konsel untuk Tahun Buku 2017.

BACA JUGA: Bupati Konsel Sambut Baik Kunker Pj Gubernur Sultra di Perusahaan Tambang

“Itu sebesar 55 persen atau Rp 740.823.523,32 dan diberikan jasa produksi sebesar 12 persen dari laba bersih setelah pajak atau dengan jumlah Rp 183.675.253,72,” urainya.

Selanjutnya yang Kelima, lanjut Surunuddin, Aset tetap yang digelapkan harus dimasukkan  ke dalam laporan keuangan dan akan diupayakan pengembalian.

Keenam, piutang usaha yang umurnya di atas dua tahun dilakukan pencadangan penghapusan piutang.

Ketujuh, Perusda wajib membentuk kewajiban imbalan kerja. Kedelapan, segera memulai membangun gedung kantor permanen tahun 2018, sehingga tidak sewa gedung terus-menerus.

Terakhir kesepuluh, diharapkan juga Perusda melakukan upaya kerjasama untuk membangun hotel di Kecamatan Andoolo agar setiap pertemuan tidak diadakan di Kendari sehingga terjadi perputaran ekonomi yang tinggi di wilayah Konsel.

Dalam Kesimpulannya, Perusda harus pintar melihat potensi bisnis yang bisa menghasilkan dan bermamfaat buat khalayak dan harus ditunjang man power yang berintelektual dan memiliki integritas tinggi.

“Karena saat ini Perusda konotasinya negatif di masyarakat akibat kasus sebelumnya, apalagi kedepan target kita menjadikan Perusda jadi Perseroan Terbatas (PT) agar cakupan bisnisnya lebih luas,” papar Surunudin.

Sedangkan dalam laporannya, Direktur Utama Perusda Konsel, Arief Rachman mengatakan, berdasarkan rekomendasi letter No 07/KAP/SL-ML/2018 pertanggal 28 Februari 2018 terkait hasil pemeriksaan laporan keuangan Perusda oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun buku yang berakhir pertanggal 31 Desember 2017 keadaan administrasi serta pengendalian internal perusahaan secara umum cukup baik dengan meraih Opini laporan keuangan Wajar yang mana tahun lalu masih WDP.

Untuk kinerja keuangan, pendapatan usaha Perusda meraih Rp 4.355.244.423,00 tahun 2017 di banding tahun 2016 hanya Rp 2.937.546.864,25 dan memperoleh laba bersih setelah pajak untuk tahun 2017 sebesar Rp 1.346.951.86p.59.

“Itu naik di banding tahun 2016 senilai Rp 1.303.468.686.61, dengan menyetor Deviden ke Pemda 55 persen dengan nilai Rp 740.823.523,32 dan cadangan umum 45 persen atau Rp 606.128.337,26, dan terus akan kami kejar dan tingkatkan serta lampaui sesuai target Satu Miliar Rupiah yang diberikan Pemda dan DPRD,” urainya

Sementara untuk laporan posisi keuangan (Neraca) dalam jutaan Perusda yang terdiri dari Aset dan kewajiban serta ekuitas, secara totalnya untuk tahun 2017 sebesar Rp 7.342,63 naik dibandingkan tahun 2016 senilai Rp 6.107,77.

Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan piutang usaha sebesar Rp 917.946.636,80 dari tahun 2017 Rp 3.615.978.803,50 dibanding tahun 2016 sejumlah Rp 2.698.014.166,70, selaras dengan peningkatan rasio likuiditas perusahaan sebesar 292,49 persen atas current ratio

Rachmat juga menjelaskan, adapun program kerja Perusda tahun 2018 berfokus pada pengembangan usaha di sektor perikanan melalui usaha pembibitan (Hatchery) ikan kerapu menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Batu Putih Kecamatan Kolono Timur.

Juga menjajaki peluang Kerjasama operasional (Jo) pertambangan nikel dan kerjasama investasi energi serta menjadi distributor solar industri untuk pemenuhan kebutuhan solar industri Konsel.

“Itu dalam rangka mewujudkan Perusda Konsel yang mandiri berdaya saing dan profitabel,” tutupnya.

Reporter: Erlin
Editor: Kardin

Terkini