oleh

Derita Penyakit Kusta, Pria Konsel Ini Keluhkan Perhatian Pemerintah

ANDOOLO – Sudah bukan rahasia lagi jika para penyandang distabilitas (cacat fisik) sekaligus penderita kusta, acapkali dicap sebagai warga kelas dua. Ahmad Munif (28), warga Desa Awalo Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara sebagai penderita penyakit kusta, kepada Mediakendari.com ia menceritakan kisahnya, Kamis (07/12).

Menurut Munif, dirinya menderita penyakit kusta sejak tahun 2000 silam. Karena penyakit tersebut, tangan dan kakinya mengalami cacat total.

“Karena kusta, tangan dan kaki saya cacat total dan harus menjadi penyandang distabilitas berat,” tutur Munif, Kamis (07/12).

Lebih lanjut, Munif mengeluhkan sikap pemerintah, baik itu dari Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Daerah Konawe Selatan terhadap penyakit yang dideritanya. Dia merasakan tidak adanya perhatian pemerintah setempat terhadap masyarakat kecil, kurang mampu, dan yang punya keterbatasan seperti dirinya.

“Saya menganggap pemerintah tidak ada rasa peduli. Saya tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluarga Harapan,” ungkapnya.

Penderita Cacat Fisik, Ahmad Munif (28). (Foto: Erlin)

Tambah Munif, penderita kusta seperti dirinya sangat rentan. Apabila terkena luka, butuh waktu yang cukup lama unruk penyembuhannya dan itu butuh perawatan di rumah sakit yang mahal. Selama ini apabila penyakit kusta yang dideritanya kembali kambuh, ia hanya mengobatinya dengan mengandalkan ramuan dedaunan.

“Karena saya dari keluarga tidak mampu, saya hanya bisa berdiam diri di rumah,” tambahnya.

Seandainya pemerintah tidak menutup mata, lanjut Munif, mungkin kreativitas dan bakat yang dimilikinya seperti membuat kaligrafi kayu, service elektronik, dan usaha pembuatan tempe kedua orang tuanya bisa dikembangkan. Hanya karena terkendala oleh modal yang minim, terpaksa usaha tersebut belum juga berkembang sampai saat ini. Namun hingga kini bantuan pemerintah terhadap dirinya tak kunjung datang.

“Saya nggak punya modal, bahkan keadaan ekonomi yang pas-pasan pun nggak pernah membuat pemerintah sekitar peduli” ucapnya.

Kediaman Ahmad Munif di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto: Erlin)

Dia juga menjelaskan, dirinya sudah sering mengajukan proposal bantuan permodalan usaha kepada pemerintah daerah melalui Dinas Sosial. Tetapi hingga detik ini, bantuan permodalan dari pemerintah tersebut tidak pernah disetujui.

“Saya hanya ingin pemerintah membantu saya untuk permodalan usaha kami,”

Sementara itu, Kepala Desa Awalo, Bambang suseno saat diwawancarai Mediakendari.com, membernarkan keberadaan warganya tersebut.

“Saya tidak bisa berbuat banyak, saya hanya bisa memfasilitasi warga-warga saya. Selain Munif, masih banyak juga warga saya yang kurang mampu dan bahkan penderita kusta juga,” tutupnya.

Reporter: Erlin
Editor: Jubirman

Terkini