oleh

Bupati Konsel Monitoring Ruas Jalan Lapuko-Laonti

ANDOOLO – Bupati Konsel, Surunuddin Dangga turun lapangan melakukan pengecekan infrastruktur pembuatan jalan baru yang menghubungkan antara Kecamatan Moramo hingga Kecamatan Laonti, Kamis (14/12).

Kegiatan turun lapangan ini, Bupati Konsel didampingi dengan beberapa jajarannya yang dirangkaikan dengan agenda tatap muka bersama warga setempat bertemakan, Konsultasi Publik Pembangunan Strategis Daerah Terisolir di Semenanjung Tanjung Peropa.

Pengecekan ini sebagai tindaklanjut monitoring atas disetujuinya pembukaan jalan baru oleh Kementerian LHK – KSDAE Bulan November 2017 lalu. Hal ini telah menjadi impian puluhan tahun warga Kecamatan Laonti mendambakan akses jalan darat yang selama ini hanya bisa dilalui via laut.

Ruas jalan yang akan dikerjakan terbagi dua tahap yakni Ruas jalan Lapuko – Tambolosu sepanjang 19,3 Km. Saat ini sedang dikerjakan sepanjang 4,5 Km, selanjutnya Tambolosu – Laonti 22 Km yang melewati Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa sepanjang 6,1 Km dengan total keseluruhan 41,3 Km dan lebar jalan 8 meter yang melewati Desa Ponambea Barat, Wawosunggu, Rumbi-Rumbia, Tambolosu, hingga Laonti.

Dalam penjelasannya kepada masyarakat Kecamatan Laonti, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan, perjuangan pembuatan jalan Laonti ini di tingkat pusat sangat berat dan membutuhkan waktu, tenaga dan pemikiran yang melelahkan.

“Tapi karena demi warga Laonti tetap diperjuangkan, sehingga hari ini bisa kita rasakan hasilnya,” ujar Surunuddin, Kamis (14/12).

Lanjut Surunuddin, perjuangan jalan di Kecamatan Laonti ini telah menghasilkan keluarnya rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KLHK – KSDAE) Nomor S.512/KSDAE/PIKA/KSA.0/8/2017.

Kehadiran jalan penghubung di Kecamatan Laonti ini, Surunuddin memberikan beberapa syarat yang harus dipatuhi yaitu mematuhi rambu-rambu arahan pembangunan yakni menggunakan lebar jalan yang paling minimal, menghindari blok perlindungan dan jalur jelajah satwa tertentu, menggunakan konstruksi ramah satwa dan menyediakan lintasan satwa, membangun atau mengatur batas kecepatan kendaraan, melengkapi rambu pengaturan lalulintas serta mengantisipasi perambahan liar di sekitar jalan.

“Serta menyiapkan pegawai pengawas untuk mengawasi jalan dan kawasan serta merevitalisasi hutan seluas 20 Ha,” urainya.

Jika syarat di atas dilanggar, lanjut Surunuddin, maka akses jalan tersebut akan ditutup lagi. Sehingga dirinya menghimbau kepada masyarakat Laonti khususnya warga Tambolosu agar menjaga kepercayaan pemerintah dengan membantu menjaga kawasan tersebut dari hal-hal yang merugikan kepentingan bersama.

“Jangan sampai hanya tindakan hukum dan keegoisan warga merusak kawasan hutan baik perburuan maupun ilegal logging, keinginan dan usaha Pemda yang memperjuangkannya sejak Tahun 2008, dan nanti di Tahun 2017 bisa disetujui menjadi buyar dan sia-sia,” jelasnya.

Saat pengecekan infrastruktur jalan dari Kecamatan Moramo hingga Kecamatan Laonti. (Foto: Erlin)

Dia juga menjelaskan, Pemda telah menggelontorkan dana awal sebesar 4 miliar untuk pembuatan jalan baru ruas jalan Lapuko – Tambolosu, dengan total keseluruhan Ruas jalan Lapuko-Laonti senilai 10 miliar. Sehingga awal tahun baru 2018 nanti, jalan sejauh 19,3 KM sudah bisa tembus ke Desa Tambolosu dan tentu sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.

“Di akhir 2018, seluruh daratan Kecamamatan Laonti harus sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, dan ketika di buka akan dipantau setiap dua minggu sekali,” ucapnya.

Menurut Surunuddin, hal ini merupakan bagian dari program kerja yang ia canangkanuntuk memajukan desa yang ada di Konsel termasuk Laonti. Dengan dapat dilaluinya akses darat maka pembangunan di wilayah Laonti diharapkan bisa berkembang dan sejajar dengan desa-desa maju lainnya baik dari aspek sosial, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

“Ini dapat memudahkan untuk memasarkan hasil bumi ke daerah yang di inginkan, apalagi Laonti dikenal subur dan berhasil pertanian dan perkebunannya,” ucapnya.

Dengan terbukanya akses jalan, tambah Surunuddin, maka para Kepala Desa dan warga setempat harus melihat potensi unggulan yang ada di desanya. Pemda akan dorong agar lebih maksimal baik pertanian, perkebunan maupun menjadikan Laonti pusat bibit sapi seperti di desa lainnya.

“Tentu ini semua untuk meningkatkan pendapatan dan mensejahterahkan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Reporter: Erlin
Editor: Jubirman

Terkini